Momen Bonding Bermakna bareng Anak

Buat aku pribadi, jadi orang tua ini gak mudah. Tapi, gak mau juga dibikin ribet. Percaya aja buat terus belajar dan tentunya bersabar.

Ada satu hal yang jadi concern aku sebagai seorang ibu, yaitu perkembangan emosional anak. Paham kan gimana sulitnya buat menciptakan situasi dan kondisi yang ideal buat anak? Apalagi, diri sendiri juga masih belajar buat ngelola emosi dan belajar lebih sabar buat jadi ibu. Semua hal dilakuin buat bisa paham soal perkembangan emosional anak dari mulai baca-baca buku sampai ikutan webinar. 



Memangnya, seberapa pentingnya perkembangan emosional anak?

Perkembangan Emosional Anak Usia Dini

Perkembangan emosional anak usia dini gak cuma ngatur emosi yang ada pada dirinya di saat itu juga, tetapi dampaknya sangat luas dan panjang. Hal ini akan mempengaruhi anak hingga dewasa. Singkatnya, perkembangan emosional anak merupakan salah satu tahap tumbuh kembang anak untuk bisa mengendalikan emosi dan bersosialisasi dengan orang lain.

Semakin bertambahnya usia, kemampuan sosial dan emosional anak semakin bertambah. Tahapannya akan berbeda pada setiap anak, seperti:
  • Usia 1-2 tahun, salah satu kecerdasan emosional anak adalah menangis saat melihat ibu atau ayah meninggalkannya. Anak juga udah mulai percaya diri buat menunjukan kemampuan barunya.
  • Usia 2-3 tahun, perkembangan emosionalnya cukup dinamis dan belum stabil. Di fase inilah anak lebih sering tantrum.
  • Usia 3-4 tahun, anak mulai mengenali emosinya. Emosi marah, bahagia, sedih bisa terlihat dan diekspresikan dengan jelas.
  • Usia 4-5 tahun, anak sudah mampu menenangkan diri bahkan temannya. Tapi, sisi egois anak juga muncul.
Nah, pentingnya buat orang tua tahu tiap tahapan perkembangan emosional anak biar bisa cari solusi dan lebih logis berpikir.

Sebelum ke Perkembangan Emosional Anak, Perhatikan Dulu Emosional Orang Tua

Setelah ikutan webinar bareng Zwitsal tentang #MomenBondingBermakna , aku jadi tahu kalau ada sebuah studi dari Priory Group yang memperlihatkan bahwa 40% dari 1.000 orang tua menganggap gambaran ideal mengenai parenting yang tersebar di sosial media telah memicu kecemasan mereka. Intinya sih orang tua jadi overthinking dan stress. 

Tekanan sebagai orang tua memang besar, terutama buat ibu. Setuju gak? Secara gak lansung ibu yang jadi tumpuan keluarga terutama dalam hal pengasuhan anak. Makannya, ibu biasanya lebih stress dibanding ayah. Kadang ibu juga terlalu  ditekan untuk jadi ibu yang sempurna baik oleh dirinya sendiri maupun lingkungan sekitar.

Samanta Elsener, M.Psi yang merupakan seorang Psikolog Anak dan Keluarga menjelaskan bahwa keinginan untuk menjadi sosok yang sempurna dapat menimbulkan beragam dampak negatif seperti mudah cemas, rentan terhadap stress bahkan depresi, selalu merasa 'kurang' dalam menjalankan peran sebagai ibu, hingga terjebak dalam mompetition atau mom shamming. 

Nah, ini kerasa banget sama aku selaku ibu. Untungnya, aku terlalu cuek untuk ngikutin komentar orang lain soal parenting ideal, bahkan sosok ibu yang ideal. Aku lebih percaya sama teori ilmiah dan juga kemampuan aku sendiri. Masukan diterima, tapi jangan sampai ditelan mentah-mentah.



Seperti kata Nikita Willy sebagai Brand Ambassadornya Zwitsal pas webinar #MomenBondingBermakna, "Aku selalu percaya bahwa aku dan suamilah yang paling tahu apa yang terbaik untuk anak dan yang paling penting adalah bagaimana kami bertiga selalu punya waktu untuk membangun attachment secara fisik maupun emosional". Setuju banget!

Momen Bonding Bermakna

Ngomongin soal bonding, mungkin banyak yang mikir kalau bonding itu harus nunggu momentum atau menyediakan momentum khusus biar bisa quality time sama anak. No! Banyak hal kecil yang ternyata bisa bikin momen bonding bareng anak jadi bermakna. Momen bonding paling efektif adalah melalui skin to skin contact yang bisa bikin anak nyaman dan ngerasa aman. Salah satu hal simpelnya yaitu pas lagi memandikan anak.

Momen ini minimal dilakukan 2 kali sehari. Pas lagi mandiin kita bisa sambil cerita, sambil main, sambil menyentuh dengan lembut. Gak perlu lama, tapi bermakna. Buat ibu yang bekerja juga ini bisa banget dilakukan sebelum pergi kerja atau pas pulang kerja. 

Buat mendukung momen bonding bermakna pas mandi, aku pilih sabun yang wangi dan punya manfaat lain selain membersihkan badan. Aku pilih Zwitsal Baby Bath Hair & Body karena mengandung 4x Prebiotic Moisturizer yang bisa melembapkan kulit bayi. Secara, Dara itu kulitnya kering dan dia suka garuk-garuk kalau lagi kering. Kasian kan. Selain dari manfaat, aku juga cari wangi yang lembut. Tahu kan Zwitsal itu wanginya khas banget? Nostalgia juga buat aku inget momen-momen pas kecil. 

Festival Zwitsal

Jadi, dua minggu lalu abis ikutan Festival Zwitsal #MomenBondingBermakna yang bertempat di Mall Fx Sudirman. Selain ada talkshow dan ngasih edukasi yang sangat bermanfaat buat pada ibu, ada juga kelas Baby Spa yang melibatkan 1.000 ibu secara online maupun offline. Happy banget jadi dapet ilmu soal baby spa juga!

Ada rangkaian diskusi interaktif bersama sederetan pakar untuk menginspirasi orang tua akan pentingnya menciptakan momen bonding bermakna terutama di 1000 Hari Pertama Kehidupan yang krusial bagi perkembangan dan pertumbuhan anak.



Sebagai seorang ibu yang juga bekerja, momen bonding bermakna sederhana kayak ini sangat membantu buat punya ikatan kuat sama anak meskipun aku ada kewajiban lain yaitu bekerja. Aku juga bakalan lebih memanfaatkan setiap momen sama anak itu fokus sama kualitasnya, gak cuma kuantitasnya. Semoga semua ibu diberikan kelancaran dalam menjalankan perannya baik sebagai orang tua maupun sebagai istri. Semangat!


Join the conversation!

Latest Instagrams

© Grow Bold, not Just Old. Design by FCD.