Tentang Gangguan Saluran Cerna pada Anak

Flashback ke awal tahun 2021. Kami sekeluarga dirumah terkena Covid-19. Sorry, bukan kami deng. Sekeluarga kecuali aku dan sikecil. Karena yang terkena adalah keluarga mertua di Bandung, aku dan anak langsung pulang ke tasik untuk mengungsi. Dikarenakan aku tetap harus bekerja dan mengerjakan pekerjaan suami juga, anak aku titipkan ke Ibu di Tasik dan aku kembali ke Bandung.

Itu untuk pertama kalinya Dara minum susu formula, dan ruam-ruam mulai muncul dibadannya. Setelah kami sadari, kami berkonsultasi dengan dokter anak dan disarankan untuk mengonsumsi susu khusus alergi. Setelah kejadian itu, aku jadi penasaran sama alergi. Katanya ada yang diare, ada juga yang merah-merah, bahkan muntah. Untungnya anakku cuma merah-merah, tapi pasti gatal sekali. Nyesel banget gak tahu ilmunya dari awal, jadi kecolongan.

Gak mau mengulangi kesalahan yang sama, aku akhirnya rajin buat belajar tentang apapun yang berkaitan dengan anak. Termasuk, belajar tentang gangguan saluran cerna pada anak. Informasi yang cukup lengkap aku dapatkan dari webinar Nutrisi Bangsa kemarin. Aku coba sharing disini ya!

Apa itu Alergi?

Alergi merupakan sebuah reaksi hipersensitivitas yang disebabkan oleh suatu mekanisme imunitas tertentu. Penyebab alergi bisa beragam dan disebut dengan alergen. Gejala yang ditimbulkan akan tergantung dengan pemicunya. Alergi ini gak cuma terjadi sama orang dewasa, tapi juga anak-anak bahkan bayi.

Nah, untuk alergi susu sapi sendiri terjadi karena adanya reaksi sistem kekebalan tubuh pada anak dengan protein yang terkandung dalam susu sapi. Yang paling sering adalah alergi whey dan kasein. 

Ternyata, alergi gak cuma terjadi pada anak yang yang minum susu formula tapi bisa juga pada anak yang minum ASI. Penyebabnya berbeda. Alergi pada anak yang minum susu formula bisa karena proteinnya, sedangkan alergi pada anak yang minum ASI bisa karena makanan yang dikonsumsi ibunya. 

Anak dengan alergi susu sapi dan mengalami gangguan saluran cerna biasanya mengalami kemerahan di kulit, pembengkakan di mata dan bibir, terhambat saluran nafas, gumoh, muntah, diare kontipasi, anemia, dan kolik. 

Faktor risiko yang dapat menjadi pemicu anak alergi diantaranya:
  • Adanya riwayat alergi pada anggota keluarga
  • Sistem pencernaan belum sempurna (pada anak dan bayi)
  • Riwayat dermatitis atopik
  • Mengidap alergi pada makanan atau minuman lain.
Lalu, apa yang menyebabkan anak alergi protein susu?

Penyebabnya adalah terjadinya gangguan pada sistem kekebalan tubuh pengidap yang salah mengidentifikasi protein pada susu sebagai zat yang berbahaya. Sehingga, sistem kekebalan tubuh memproduksi Imunoglobilin E untuk menetralkan zat pemicu alergi dan melepaskan histamin kedalam darah. Efeknya adalah alergi susu tersebut.

Gejala alergi di saluran cerna biasanya: 
  • Naiknya asam lambung ke tenggorokan secara berulang
  • Muntah, diare, atau sembelit
  • Anemia
  • Pilek, batuk dan kronik
  • Kolik
  • Gagal tumbuh karena diare 

Jenis Gangguan Saluran Cerna

Kenapa anak-anak dibawah usia 2 tahun lebih sering mengalami gangguan pencernaan? Karena sistem organ tubuhnya belum berkembang atau berfungsi secara optimal sehingga rentan. 

Join the conversation!

Latest Instagrams

© Grow Bold, not Just Old. Design by FCD.