Pengalaman Melalui Trisemester Pertama Kehamilan

Bye mual, muntah!

Seneng banget rasanya berpisah dengan rasa mual seharian yang biasanya dirasakan pas awal kehamilan. Kalau katanya di awal kehamilan itu masanya morning sickness, aku ngalaminnya all day sickness!

Seharian mual, kadang-kadang muntah. Cium bau makanan, muntah. Minum kebanyakan, muntah. Tidur posisinya gak enak. Sampai keresek item selalu sedia disamping tempat tidur, kalau-kalau muntah mendadak dan lelah bolak balik kamar mandi.

Di awal kehamilan dengan segala kebingunganku sebagai calon ibu, aku super melow. Gampang banget sedih, khawatir, bahkan lebay banget ngerasa sanggup gak ya melewati ini? Pedahal ya sebenernya ini hal yang lumrah ketika hamil, kecuali hamil kebo. Tapi ya namanya kehamilan pertama dan belum tau apapun, pasti overthinking. Ditambah, suami juga sama bingungnya.



Trisemester Pertama Kehamilan


Jadi, fase kehamilan itu dibagi menjadi tiga trisemester. Ada trisemester pertama, trisemester kedua dan trisemester ketiga. Di trisemester permana ini dimulai dari hari pertama haid terakhir dan lamanya 12 minggu atau 3 bulan.

Di trisemester pertama memang banyak drama, apalagi untuk ibu yang baru pertama kali hamil. Umumnya, ibu akan mengalami morning sickness dari mulai yang wajar sampai yang parah. Gejala fisik lain muncul pas trisemester pertama, yaitu perubahan mood, kram di bawah perut, sering buang air kecil, perubahan payudara, sakit kepala, hingga sembelit. Tapi gak semua ibu hamil mengalami ini ya.

Untuk aku pribadi, pas trisemester pertama hampir mengalami semua perubahan fisik diatas. Makannya, agak kaget juga karena tiba-tiba bedrest aja di kasur segala kerasa. Ditambah mual sama muntah dan penurunan berat badan yang bikin aku khawatir sama janin di kandungan.

Di trisemester pertama ini, hormon kehamilan terus diproduksi dalam jumlah yang banyak. Inilah yang bikin ibu mual dan muntah. 

Perkembangan Janin di Trisemester Pertama


Trisemester pertama ini penting sekali karena embrio mulai berkembang dan kebutuhan nutrisi harus terjaga. Berikut perkembangan janin setiap bulannya:



  • Perkembangan janin di bulan pertama (1-4 minggu)
Zigot sudah berkembang menjadi embrio, dan akan berkembang terus menjadi janin. Dalam empat minggu ini sejumlah organ vital embrio mulai tumbuh mulai dari otak, sumsum tulang belakang, sistem saraf, mata, telinga, hidung dan jantung.

Di akhir minggu keempat, embrio akan berukuran sekitar 2 milimeter. Kecil sekali ya, tapi organnya sudah mulai tumbuh.

  • Perkembangan janin di bulan kedua (4-8 minggu)
Di bulan kedua, organ yang tadinya bertumbuh sudah mulai terbentuk. Organ-organ tersebut juga sudah mulai berfungsi, meskipun belum sempurna. Bagaimana dengan alat kelamin? Sudah terbentuk juga, tapi belum bisa diidentifikasi.

Beberapa anggota tubuh embrio juga sudah mulai terbentuk loh, mulai dari tangan, kaki, mulut, bibir, serta kepala. Nah saat ini juga embrio sudah bisa disebut janin karena bentuknya sudah jelas.

Berat janin di akhir minggu ke-8 sudah mencapai 1,1 gram dengan panjang sekitar 2,7 cm.

  • Perkembangan janin di bulan ketiga (8-12 minggu)
Selain organ inti, di bulan ketiga kuncup gigi janin sudah mulai muncul. Jari, kuku, mulut, alat kelamin, pita suara dan kelenjar air liur mulai terbentuk sempurna. Janin sudah bisa membuka mulut loh dan jantungnya juga sudah bekerja dengan sempurna.

Sel tulang pertama kali terbentuk di bulan ketiga ini, menggantikan tulang rawan. Janin juga sudah bisa bergerak meskipun belum bisa terasa oleh ibu.

Berat janin sudah mencapai 30 gram dengan panjang sekitar 7 cm.


Nutrisi Wajib di Trisemester Pertama


Poin penting dari kehamilan ini adalah mencukupi kebutuhan nutrisi, khususnya di trisemester pertama ini sebagai salah satu fase yang penting. Apa aja nutrisi wajib di trisemester pertama?

  • Asam Folat
Seharusnya, asam folat sudah mulai dipenuhi sejak sebelum kehamilan. Aku pribadi pas sebelum hamil minum Hydromama yang kaya asam folat dan setelah ke dokter, kebutuhan asam folat di tambah dari vitamin tablet yang diresepkan dokter. Sebenarnya, asam folat ini untuk apa sih?

Asam folat ini mencegah resiko cacat lahir. Gak cuma dari vitamin, kamu bisa mendapatkan asam folat dari sayuran berdaun hijau (bayam, brokoli, selada), jagung, jeruk, alpukat, pepaya, pisang, hati sapi, kacang-kacangan dan gandum utuh.

  • Kalsium
Kalsium penting untuk mendukung pertumbuhan gigi dan tulang bayi. Untuk ibu hamil, kalsium membantu melancarkan kerja otot dan sistem saraf selama kehamilan.

Asupan kalsium bisa didapatkan dari susu dan produk susu (keju, yogurt, butter), brokoli, sarden, ikan teri, bokcoy. Aku pribadi kebutuhan kalsiumnya dibantu vitamin yang diresepkan dokter.

  • Vitamin D
Mencukupi asupan vitamin D bisa menekan resiko kelahiran bayi dengan berat badan rendah, juga bisa membantu perkembangan tulang dan gigi bayi. Untuk ibu, vitamin D bisa melawan infeksi serta mencegah resiko diabetes gestasional.

Kamu bisa konsumsi ikan salmon, susu yang dipasteurisasi dan jus jeruk untuk mendapat vitamin D. Jangan lupa juga untuk berjemur sebentar di bawah sinar matahari pagi ya untuk menyerap vitamin D alami.

  • Protein
Protein dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan sel, jaringan, dan organ janin selama dalam kandungan. Konsumsi ayam, daging sapi tanpa lemak, ikan, kacang-kacangan, susu dan produk susu, tempe dan tahu, serta telur untuk mendapatkan protein.

  • Zat Besi
Ibu hamil membutuhkan dua kali lipat jumlah zat besi yang dibutuhkan orang normal. Kenapa? Untuk menghasilkan banyak darah dan memasok persediaan oksigen ke janin. Zat besi dibutuhkan ibu hamil untuk memproduksi sel darah merah.

Pengalaman Hamil di Trisemester Petama


Dua minggu setelah testpack dan melihat hasilnya positif, aku memutuskan untuk cek ke dokter. Pas di USG, kantung kehamilan sudah terlihat. Karena terlihat langsung pas USG, aku gak perlu USG transvaginal dan dokter langsung memberikan edukasi mengenai kehamilan.

Pantangan makanan saat kehamilan gak banyak, cuma gak boleh makan sayuran mentah, daging yang di bakar, dan steak. Yang lainnya boleh, asalkan gak berlebihan. Di kontrol pertama tersebut, aku dikasih resep vitamin, terdiri dari asam folat, penguat kandungan sama satu lagi lupa hehe.

Nah sejak itu aku mulai ngerasain mual dan muntah sampai sering bolos kantor. Psikis yang belum siap sama perubahan ini juga bikin aku gampang nangis dan bawaannya sedih terus. Khawatir sama kehamilan karena aku gak masuk makanan.

Pas lagi down kayak gitu, aku akhirnya memutuskan buat baca-baca pengalaman ibu hamil lain. Ternyata, apa yang aku alamin bukan yang paling parah, masih banyak yang lebih parah sampai harus masuk RS. Dari situ aku mulai semangat, dan bersyukur juga gak sampe separah itu.

Semangat juga muncul kalau abis kontrol dan liat janin berkembang terus. Amazed sih karena aku yang semakin kurus (turun 3kg) tapi janinnya kata dokter berkembang dengan baik. Jadi semangat buat makan meskipun harus pelan-pelan dan pilih-pilih. 

Kondisi parah ini aku rasain sekitar dua bulan pertama, dan semakin berkurang di bulan ketiga. Meskipun belum bisa makan banyak dan kadang-kadang muntah, di bulan ketiga ini mood udah makin bagus. Udah mau skincare-an, udah bisa beres-beres, udah ngidam makanan sesekali.

Setelah aku belajar dari pengalaman ibu hamil lainnya, aku jadi bersyukur dan menganggap mual muntah ini sebagai hal yang biasa aja. Gak perlu khawatir, kalau muntah makan lagi. Aku mulai nerima kondisi kehamilan yang emang harus kayak gini. Aku udah gak overthinking lagi. Semenjak itu, kehamilan tiap minggunya gak kerasa dan tau-tau udah masuk trisemester kedua. Happy banget akhirnya bisa melewati drama kehamilan di trisemester pertama.



Untuk ibu-ibu yang sedang hamil trisemester pertama dan mengalami banyak drama, semangat ya! Mual muntah dan moody adalah kondisi yang wajar untuk ibu hamil, dan harus diterima dengan ikhlas. Nikmati fase ini, karena katanya nanti juga bakalan kangen.

Buat suaminya, mohon belajar juga tentang kehamilan ya dan memaklumi kondisi istri yang tidak dalam keadaan baik. Selalu support pasangan kamu, semangatin. Jangan lupa di peluk kalau lagi down, dan bilang terima kasih. Itu moodbooster banget, dan bikin semangat loh!

Join the conversation!

Latest Instagrams

© Grow Bold, not Just Old. Design by FCD.