Ngomongin Hidrasi dan Air Minum Dalam Kemasan

Pernah denger kalau kurang lebih 50-60% tubuh manusia tersusun dari air? Gak heran kan kalau kita sering banget diingetin buat minum yang banyak karena memang kita se-butuh itu sama air.

Makannya, kita gak bisa menyepelekan air dalam kehidupan kita. Minum harus 8 gelas/hari, gak boleh di tawar untuk pemenuhan hidrasi manusia. Dampaknya apa kalau tidak terpenuhi? Yuk kita bahas!


Apa itu Hidrasi?

Air menjadi salah satu zat makro esensial dan berperan penting dalam fungsi fisiologis tubuh. Kenapa? Karena berbagai organ dalam tubuh seperti ginjal, otak dan otot mengandung 79-80% air! Makannya, Hidrasi atau pemenuhan kebutuhan cairan tubuh menjadi hal penting yang harus diperhatikan sebab dapat berpengaruh terhadap kesehatan, kebugaran serta kinerja seseorang.

Dampaknya Jika Kebutuhan Air dalam Tubuh Tidak Tercukupi?


Kamu akan mengalami dehidrasi atau ketidakseimbangan kebutuhan cairan tubuh. Akibatnya bermacam-macam dari mulai yang jangka pendek sampai yang jangka panjang. Penurunan konsentrasi, kelelahan dan sembelit adalah dampak jangka pendeknya, sedangkan jangka panjangnya orang yang dehidrasi bisa mengalami gangguan batu ginjal, infeksi saluran kemih ataupun resiko kegemukan.

Kebutuhan Air Setiap Orang Sama?

Tentusaja berbeda. Tergantung usia dan aktivitas kamu. Faktanya, 1 dari 5 anak di Indonesia dan 1 dari 4 orang dewasa di Indonesia belum cukup minum.

Simak kebutuhan air kamu disini!





Ngomongin soal kebutuhan air minum dan hidrasi, kita gak bisa lepas sama air minum dalam kemasan (AMDK) yang dikonsumsi sehari-hari. Dari berbagai jenis air minum yang dipasarkan di Indonesia, hanya ada 4 jenis air minum dalam kemasan yaitu Air Mineral, Air Demineral, Air Beroksigen dan Air Alkali.


Apa itu Air Minum Dalam Kemasan?

Air Minum Dalam Kemasan atau sering disingkat AMDK adalah air baku yang telah di proses, dikemas dan aman diminum mencakup air mineral dan air demineral (SNI AMDK 01-3553-2006).

Apa Saja Tipe AMDK di Indonesia?

  • Air Mineral
Air mineral tidak mempunyai proses pembuatan tambahan dan alami. PH Air Mineral 6.5 - 8.5. Pernah dengar mengenai rumor air mineral berbahaya bagi tubuh? Itu mitos ya!
  • Air Demineral
Berbeda dengan Air Mineral, Air Demineral ini tidak mengandung mineral dan ada proses pembuatan tambahan berupa destilasi/reverse osmosis/deionisasi dengan PH 5.0-7.5. Asupan jangka panjang dari Air Demineral ini baik untuk kesehatan loh.
  • Air Beroksigen
Air ini terkenal dengan sebutan air oxy. Air beroksigen memiliki mineral, kecuali air demineral dan dengan proses pembuatan tambahan berupa AMDK ditambahkan dengan Oksigen (O2). PH Air Beroksigen ini 6.5-8.5 untuk air mineral dan 5.0-7.5 untuk air demineral.
  • Air Alkali
Pernah dengar kalau Air Alkali bisa meningkatkan pH darah? Jangan percaya ya karena itu mitos! Air Alkali mengandung mineral dan proses pembuatan tambahannya berupa elektrolisis atau penambahan garam dengan pH 8.5-9.97.

AMDK Seperti Apa yang Layak di Konsumsi?

AMDK yang layak dikonsumsi adalah AMDK yang memiliki kemasan botol yang bersih, label dan tanggal kadaluwarsa yang jelas, serta kode produksi yang sama pada bagian tutup dan botolnya.

Kamu juga harus memastikan air dalam kemasannya berkualitas baik, tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa, juga tidak mengandung bahan berbahaya.

 
Untuk mencukupi kebutuhan hidrasi, aku percayakan kepada AQUA yang sudah teruji dan terpercaya. Selama lebih dari 46 tahun Danone-AQUA selalu berusaha memberikan kebaikan air kepada masyarakat Indonesia dengan mendukung penyediaan hidrasi sehat.

Kemurnian produk AQUA juga udah gak diragukan lagi karena kemurniannya dijaga mulai dari sumber mata air, proses produksi hingga kontrol kualitas di pasar.


Btw, jadi kebutuhan hidrasi kamu setiap harinya udah cukup belum nih?

Join the conversation!

Latest Instagrams

© Grow Bold, not Just Old. Design by FCD.