Traveling Menggunakan Kapal Laut

Gak kerasa udah lebih dari setahun yang lalu, aku dan 30 orang temanku melakukan sebuah ekspedisi sosial di Kota Tual, Maluku dan berangkat menggunakan kapal laut. Kapal Nggapulu milik PELNI ini bertolak dari Surabaya dan membutuhkan waktu 5 hari untuk sampai di Pelabuhan Kota Tual.

Nah, jadi enak gak sih naik kapal laut selama itu? Terus apa faedahnya jalan-jalan naik kapal laut? 

Awalnya aku pun membayangkan akan sangat membosankan berada di tengah laut selama 5 hari, tapi setelah dijalani ternyata asyik juga dan tidak terasa lama. Bersyukur banget sih dapet temen traveling yang asik jadi gak pernah mati gaya. Ada aja yang kita lakukan dari mulai nongkrong di deck paling atas, main kartu, nonton, sampai ngobrol ngalor-ngidul. Terus faedahnya?

​​Bisa Bersosialisasi dengan Orang Banyak


Ketika kamu traveling menggunakan kapal laut, kamu bakal ketemu sama ribuan orang. Disana kamu bisa ngobrol-ngobrol sama orang yang baru kamu kenal. Menurut pengalaman aku sih mereka baik, sering sharing pendapat. Tapi, tetep hati-hati ya kalo ketemu orang baru!


Karena perjalanan ini dari Surabaya menuju Fakfak Papua, jadi banyak banget orang timur yang naik kapal ini. Mulai dari sini juga aku belajar meskipun mereka terlihat galak, tapi sebenarnya mereka baik. Tergantung bagaimana kita memperlakukan mereka juga sih. 

Ngobrol-ngobrol

Punya Waktu buat Liat Sunset, Sunrise Tiap Hari bahkan liat Bulan Purnama


Melihat sunset dan sunrise menurutku hal yang indah tapi sering dilewatkan, tapi tidak disini. Karena kegiatan kamu di kapal laut terbatas dan tidak ada sinyal, waktu kamu jadi tidak terbuang percuma buat scroll instagram atau streaming youtube. Kamu bisa pergi ke deck paling atas, dan nikmatin sunset, sunrise bahkan bulan purnama disana. Kegiatan favorite aku selama di kapal.

Sunset

Bulan Purnama

Bisa Mampir di Tiap Pelabuhan yang Dilewati 

1. Surabaya-Makassar
Perjalanan pertama ini ditempuh dalam waktu 30 jam dan pertama kalinya kehilangan sinyal. Disini juga kita dapet sunset pertama di kapal dan dengan excitednya nongkrong di deck belakang kapal sambil foto-foto. Semakin malam, kami turun ke bawah untuk tidur. Beruntunnya kami mendapatkan tempat tidur karena ada banyak orang yang tidak mendapatkannya dan tidur di lantai beralaskan tikar. Tikar juga bisa dibeli dengan harga Rp. 15.000 dan bisa ditawar kalo beli banyak. Untuk makanan, harga tiket sudah termasuk makan pagi, siang dan malam. Tetapi jangan bayangkan makanan mevvah ya! Untuk fasilitas lengkap bisa diliat di postinganku yang ini
Hampir sampai di Makassar, kami bahagia sekali karena menemukan sinyal. Hampir semua orang langsung membuka handphone dan berkabar dengan orang tuanya. Di Makassar juga beberapa orang turun untuk membeli makanan, dan kami akhirnya bisa makan makanan khas Makassar yakni Coto Makassar dan Es Pisang Ijo. 

2. Makassar - Bau-bau
Karena masih berada di Pulau Sulawesi, perjalanan Makassar ke Bau-bau tidak selama perjalanan Surabaya ke Makassar. Di Pelabuhan Bau-Bau kapal hanya singgah sebentar.

3. Bau-bau - Ambon
Disinilah petualangan kami dimulai. Diluar sedang ada badai, ombak pun tinggi dan anginnya besar sekali. Aku mencoba naik ke atas untuk mengetahui situasi diluar. Semua orang yang ada diluar berlindung karena ternyata hujan juga dan cukup deras. Karena kita berada di deck paling bawah, jendela deck kita sangat dekat dengan laut dan pecahan ombaknya terlihat seperti mesin cuci haha. Beberapa temanku sudah mual karena badai, dan beberapa orang lainnya buru-buru meminum antimo untuk mencegah jackpot. Hari itu, kapal sepi. Hampir semua orang tidur...

4. Ambon - Banda Neira
Inilah yang kami tunggu-tunggu. Sebuah pulau kecil yang banyak sejarahnya. Tempat pengasingan Bung Hatta dan tempat yang menjadi primadona jaman dahulu karena penghasil rempah yang diperebutkan bangsa Eropa. Pas sekali, kami sampai di Banda Neira sekitar jam 10 pagi dan kami langsung berhamburan keluar untuk melihat pemandangan disana. Dari jauh terlihat Benteng Nassau, tempat pembantaian puluhan orang kaya Banda oleh penjajah Belanda. 

5. Banda Neira - Kota Tual
Esoknya, dini hari kami sudah sampai di pelabuhan Kota Tual. Pelabuhan kecil yang ramai ternyata. Kami semua turun dari kapal, dan ternyata masih merasa terombang-ambing gara-gara terlalu lama di atas kapal sepertinya.

Pelabuhan Ambon

Hidup Tanpa Sinyal

Cukup hari-hari biasa saja kita ketergantungan dengan gadget dan internet. Dengan tidak adanya sinyal, kita jadi gak main HP melulu. Lebih sering sosialisasi langsung sama orang lain. Ternyata menyenangkan hidup tanpa gadget, kita jadi banyak ngobrol dan sharing. Jadi lebih kenal temen, bisa jadi pendengar yang baik, dan bisa melakukan hal-hal bermanfaat lainnya selain bermain gadget.

Hunting Foto


Banyak Bersyukur

Dengan traveling naik kapal laut, kita ketemu banyak orang yang lebih susah dari pada kita sehingga kita malu buat selalu ngeluh tentang hidup. Percayalah, ada banyak sekali pelajaran yang kita bisa ambil ketika kesusahan.

Mungkin naik kapal laut buat kita adalah pilihan, tapi enggak buat mereka. Mau gak mau mereka harus naik kapal laut buat menghemat budget perjalanan, apalagi yang bawa keluarga. Karena satu-satunya pilihan itulah mereka rela tidur dimana saja, asal bisa pergi. Bahkan ada banyak juga yang tidur di luar kapal dan masuk hanya ketika badai saja. Mereka tidur beralaskan terpal kecil saja yang dibeli Rp15.000 dan juga makan seadanya karena jatah makan yang diberikan kapal juga porsinya tidak terlalu banyak.



Yang tidak kebagian tempat tidur

​Menurutku, kapal laut bisa jadi alternatif buat kamu yang travelingnya santai dan suka sama petualangan. Ada banyak sekali pelajaran hidup yang kamu dapet disana, aku udah ngerasain sendiri. Manusia bisa dapet banyak hal baik ketika dia berpikiran positif, begitu pun sebaliknya. Ketika traveling menggunakan kapal dianggap sebagai sesuatu yang buang-buang waktu, gak level, nyusahin, manusia itu gak akan dapet apa-apa dari perjalanannya. Dan sebaliknya. Buat liburanmu tak sekedar hiburan ya, semoga banyak pelajaran hidup yang didapet ketika kamu traveling.

Join the conversation!

Latest Instagrams

© Grow Bold, not Just Old. Design by FCD.