My Birthday Story!



I'm officially 23, now!

Ada yang beda dari hari ulang tahunku yang ke 23. Tak ada mata yang terlelap ketika pergantian tanggal, tak ada ucapan selamat yang ku baca ketika bangun, yang ada hanya kebahagiaan dan rasa syukur.

Menutup usia 22 ku, aku berjuang keras mendaki Gunung Semeru. Pengalaman pertama benar-benar naik gunung ini memberikanku pengetahuan dan pengalaman baru. Menyelesaikan administrasi wajib pendakian, mengikuti brieffing sebelum berangkat, dan keinginan yang harus kuat. Saat brieffing, diceritakan juga bahwa mendaki gunung adalah sebuah taruhan nyawa. Tak sedikit yang meninggal ketika mendaki gunung, musibah bisa datang tak terduga. Sempat ragu, tapi keinginan untuk berulang tahun di Ranu Kumbolo lebih besar dari pada rasa takutnya.

Ranu Kombolo dilihat dari bukit sebrang

Pendakian total menghabiskan waktu sekitar 4 jam. Semangat di menit-menit awal pendakian, kalah dengan nafas yang tersenggal. Treking dari gerbang pendakian menuju pos 1 menurutku yang paling menyebalkan. Sering sekali berhenti untuk mengatur nafas, atau menurunkan carier agar beban di pundak hilang dalam beberapa detik. Untuk ketua kelompokku sabar dan memberikan motivasi bahwa di pos 1 ada semangka segar.
Perjalanan dari pos 1 ke pos 2 berjalan sangat lancar dan tanpa berhenti. Sepertinya aku harus berterima kasih kepada semangka. Setelah melewati beberapa pohon tumbang, 2 jembatan, dan beberapa kebohongan Nursa mengenai "Posnya udah deket, ayo istirahatnya nanti aja disana", akhirnya kami sampai pos 3. Dan dari sini, cobaan terberat pendakian dimulai. Kaki dan punggung jadi korban terjalnya tanjakan yang cukup panjang dari pos 3, dan dibayar lunas dengan Ranu Kumbolo yang sudah nampak. Tetapi, kebahagiaan itu fana. Kita masih harus turun bukit, naik bukit dan turun lagi untuk sampai di area camp Ranu Kumbolo.
Perjalanan melelahkan itu ditutup dengan makan yang lahap, kemudian tumbang sampai malam. Koyo pun ditempelkan di betis, pinggang, dan bahu. Entah berpengaruh, entah tidak.

Hampir tengah malam, langitnya makin indah. Bintangnya semakin banyak dan semakin terlihat terang. Langitnya, bintangnya, suasananya. My kind of Birthday Goals.

Flashback lagi. Berawal dari kebosanan ingin liburan, iseng buka aplikasi KAI, dapet tiket promo, nabung, kecemasan bentrok jadwal, meyakinkan orangtua agar memberi izin, akhirnya aku disini. Senyum-senyum sendiri karna ulang tahun di Ranu Kumbolo bukan hanya keinginan. Allah maha baik!
Kemudian mikir.
Banyak banget pelajaran hidup yang ngajarin aku di umur aku yang ke 22. 
Di usia 22, aku menuntaskan kewajiban terhadap orang tua yaitu menjadi seorang sarjana. 
Di usia 22 aku belajar jujur sama diri sendiri. 
Di usia 22, aku menginjakan kaki di Indonesia Timur. 
Di usia 22, aku belajar kalau berharap kepada manusia adalah seburuk-buruknya harapan.
Di usia 22, aku bertemu dengan banyak orang-orang hebat yang mengajarkanku untuk selalu rendah hati. 
Di usia 22, aku belajar pentingnya berbuat baik kepada siapa pun dan kapan pun. 
Dan di usia 22 ini, ditutup dengan keinginanku ke Ranu Kumbolo jadi nyata.

"We age not by years, but by stories." 

Matahari pagi 14 Oktober 2017, tidak kalah indah. Matahari yang masih tersipu, muncul diantara 2 bukit dan cahayanya terpantul di danau. Ditambah ucapan selamat pagi dari tetangga tenda ketika lewat. Bangun tidur dengan pemandangan dan suasana seperti itu, siapa yang tidak senang? 

I think it is my best birthday ever. Di dalamnya banyak keberkahan, rasa syukur, dan kekuatan. I'm blessed, terima kasih Ya Rabb.

Ranu Kumbolo dan Mahameru


Join the conversation!

  1. Hallo, Oktavia!
    Nice to visit your Blog!
    Keep sharing your experience.
    Can't wait to see your new post xixixi.

    ReplyDelete

Latest Instagrams

© Grow Bold, not Just Old. Design by FCD.