Disana...


Disana tempat harapan, doa, dan usaha keras  berlalu-lalang...

Setiap memasuki lorong rumah sakit, selalu membuat saya terharu dan bersyukur diberikan kesehatan. Nikmat sehat dari Allah SWT yang seharusnya disyukuri setiap hari, terkadang terabaikan. Dan ketika berkunjung ke rumah sakit, pemandangannya membuat saya selalu merasa diingatkan.

Disana, tempat digantungkannya harapan. Tempat dimana harapan menjadi satu-satunya hal yang bisa dilakukan. Harapan kepada sesama manusia, terutama kepada Tuhannya.

Disana, penuh dengan doa. Dimana manusia merasa berada pada titik serendah-rendahnya sehingga memohon-mohon kepada Tuhannya. Dimana manusia merasa lemah, dan tak bisa berbuat apa-apa.

Disana, orang-orang berjuang keras. Yang sakit berjuang untuk sembuh, yang sehat berjuang untuk mencari biaya pengobatan.Perjuangan yang penuh dengan pengorbanan, tanpa ampun.

Begitu mengharukan ketika melihat seorang balita yang menemani ibunya cuci darah dengan riang gembira. Dia berlari kesana-kemari sambil sesekali duduk disamping ibunya. Anak itu tidak takut melihat selang-selang penuh darah yang berada di dekat tempat tidur ibunya, dia hanya memperhatikan sambil tersenyum. Tawanya, menghibur. Bukan hanya ibunya, tapi semua pasien yang ada disana.

Begitu menyedihkan ketika melihat seorang ibu yang tidur hanya beralaskan tikar tipis, menunggui anaknya di ruang rawat inap yang berisi dua pasien dalam satu kamar. Sesekali, orang yang menunggui kedua pasien bercengkrama dan bercerita satu sama lain. Tetapi, kelelahannya masih tergurat jelas di wajahnya. Masih teringat senyum tulusnya ketika menyemangati anaknya untuk sembuh.

Begitu menakutkan ketika melihat sebauh keluarga menangis karena kehilangan orang yang mereka cintai disana.

Begitu menegangkan melihat seorang ayah yang menunggu istrinya melahirkan. Keluarga yang menunggu dengan tak sabar, sambil memanjatkan do'a keselamatan. 

Beribu kejadian sudah terjadi disana. Baik hal yang menyenangkan, sampai hal yang menyedihkan terjadi disana. Baik cerita tentang kedatangan, mau pun cerita tentang kehilangan sudah terjadi disana.

Disana saya sadar, "Maka nikmat Tuhan mana kah yang kamu dustakan?"
Rezeki dari Allah SWT bukan hanya uang, tetapi segala macam yang kita dapatkan dan salah satunya nikmat sehat. Baik sehat secara fisik, mau pun secara mental. Manusia bekerja sangat keras saat muda untuk menghasilkan uang yang banyak, tidak memikirkan kesehatannya dan ketika dia sakit uang tersebut akan hilang dengan cepat untuk biaya perobatan. Jadi, untuk apa melakukan segala sesuatu secara berlebihan dan mengabaikan hal penting lainnya?






Join the conversation!

Latest Instagrams

© Grow Bold, not Just Old. Design by FCD.